Untuk desainer grafis, tidak cukup hanya
memiliki ijazah atau pengetahuan dalam mendesain. Selain itu, karir
mereka sangat tergantung pada portofolio desain grafis mereka. Hal ini
karena didasarkan pada materi yang dihasilkan dalam portofolio bahwa
Anda mendapatkan lowongan pekerjaan masa depan Anda.
Ketika
membuat portofolio Anda, Anda harus berkonsentrasi pada menunjukkan
pekerjaan Anda untuk keuntungan yang terbaik dan tidak mengganggu
dengan gangguan terlalu banyak di dalamnya. Tentu saja, Anda harus
menggunakan tata letak yang pandai dalam desain Anda. Namun dalam
proses, Anda harus ingat untuk tidak melupakan tujuan portofolio, yang
untuk menampilkan pekerjaan Anda dan tidak mengalihkan perhatian dari
hal itu.

Buat portofolio desain grafis dengan berbagai potongan kerja masa lalu
Anda. Lebih baik untuk memilih bagian mana Anda telah menggunakan
konsep yang berbeda dan kemampuan desain dalam menciptakan pekerjaan
Anda.
Ingat varietas yang merupakan aset untuk portofolio karena ini adalah
cara terbaik untuk memberikan majikan gagasan tentang apa yang dapat
Anda lakukan untuk mereka. Jadi, jika Anda memiliki bakat, tidak
menyembunyikan, tapi memamerkannya. Tapi jika Anda tidak memilikinya,
jangan putus asa, bekerja pada pengembangan satu.
Salah satu sifat penting yang harus mengembangkan untuk membuat
portofolio desain grafis yang efektif untuk bisa melihat pekerjaan Anda
kritis. Jangan menambah pekerjaan yang tidak berkualitas baik; ingat
bahwa portofolio yang dibuat untuk mencerminkan kemampuan Anda dalam
menghasilkan desain berkualitas tinggi dan dalam memutuskan apa desain
kualitas tinggi.
Gunakan pendapat pakar saat membuat portofolio Anda
Jika Anda menemukan kesulitan untuk memilih lembar kerja yang akan
disertakan dalam portofolio desain grafis Anda, Anda bisa
mempertimbangkan untuk mendapatkan beberapa pendapat ahli. Banyak waktu,
sebuah kritik yang jujur namun brutal membuktikan besar dalam
menciptakan portofolio yang sempurna.
Ketika membuat portofolio Anda, lebih baik untuk memasukkan semua karya
terbaik yang telah dilakukan selama ini. Dan jika Anda seorang pemula
di lapangan, Anda mungkin harus menyertakan semua yang telah dilakukan
selama ini dalam portofolio. Bahkan hal-hal yang telah Anda lakukan
untuk teman dan keluarga dapat dimasukkan dalam portofolio, selama
pekerjaan adalah sesuatu yang lengkap dan jelas untuk dilihat.
Gunakan internet untuk membuat sebuah portofolio online
Anda dapat mempertimbangkan untuk memperluas portofolio desain grafis
Anda dengan memberikan layanan Anda untuk lokal, organisasi non-profit.
Organisasi-organisasi ini biasanya lebih dari senang untuk mendapatkan
pekerjaan mereka dilakukan secara gratis.
Dan untuk membuat hal-hal bermanfaat bagi Anda, Anda dapat meminta
untuk memiliki nama bisnis Anda dan nomor telepon ditambahkan dalam
pekerjaan selesai Anda lakukan bagi mereka, sebagai iklan pekerjaan
Anda. Dengan cara ini, baik Anda maupun manfaat organisasi, dan Anda
memiliki potongan ekstra untuk menambah portofolio desain grafis Anda.
Dengan internet di ujung jari Anda, Anda dapat membuat sebuah portfolio
online. Dengan cara ini, orang-orang dan pengusaha dari seluruh dunia
akan dapat melihat portfolio desain grafis Anda, dan memutuskan
kelayakan mempekerjakan Anda.
Penilaian Portofolio.
Dalam
evaluasi terhadap suatu program, seringkali gambar bisa mewakili
ratusan kata. Evaluasi Portofolio sering diibaratkan sebagai satu album
photo dari suatu kegiatan yang merekam aktivitas program dan para
partisipannya. Portofolio ini juga sering dianggap sebagai suatu
‘showcases’ bagi orang-orang yang tertarik atau memerlukan untuk
mendapatkan gambaran mengenai program tersebut. Bagi dunia pendidikan,
penilaian portofolio cukup sering digunkan untuk mendokumentasikan
kemajuan dan pencapaian masing-masing siswa. Penilaian portofolio jika
dilakukan secara benar dan sistematis dapat menjadi alat pengukur
praktek, prosedur, dan keluaran yang lebih baik jika dibandingkan alat
pengukuran tradisional .
Penilaian
Portofolio merupakan perluasan dari penilaian ‘test score’ dengan
memasukkan substansi deskripsi dari apa yang dapat dilakukan siswa dan
apa yang dialami siswa. Dasarnya adalah siswa dapat mendemonstrasikan
apa yang dapat mereka lakukan dan apa yang mereka ketahui. Dalam
penilaian portofolio ini, informasi dikumpulkan melalui berbagai sumber,
dengan berbagai metoda, dan dalam beberapa titik waktu dari suatu
rentang waktu. Isi portofolio , atau yang sering disebut artifak, bisa
terdiri dari gambar, photo, tulisan atau hasil kerja lain, disket
komputer, dan juga termasuk salinan nilai test khusus. Sumber data bisa
dari orang tua, staf, atau anggota lain dilingkungan sekolah dan
lingkungan belajar siswa .
Tidak
semua portofolio merupakan portofolio penilaian. Portofolio juga bisa
berisi hasil kerja dan catatan tersendiri dari guru, atau dari seorang
profesional, atau bahkan portofolio suatu perusahaan. Portofolio
penilain sendiri memiliki beberapa komponen yang harus ada atau terdapat dalam portofolio tersebut. Komponen-komponen tersebut antara lain :
· Merupakan bagian dari komponen hasil mata pelajaran
· Didasarkan pada hasil keluaran program
· Mencakup dokumentasi dari semua yang didemonstrasikan siswa dari setiap keluaran
· Dinilai oleh guru dengan menggunakan rubrik yang umum
Pada dasarnya ada beberapa tipe portofolio, seperti :
· Showcase – siswa meletakkan semua contoh terbaik atau produk terbaik yang dihasilkannya dari setiap objektif.
· Kumulatif – Siswa meletakkan semua pekerjaan yang relevan untuk setiap objektif dalam portofolionya.
· Proses – Siswa meletakkan pre/post sample dari pekerjaan untuk setiap objektif dalam portofolionya.
Dalam
setiap tipe portofolio harus terdapat komponen dasar sebagai mana
tercantum diatas. Beberapa ahli membagi portofolio menjadi dua yaitu
Portofolio Proses dan Portofolio Produk. Portofolio proses berisi
dokumentasi dari tahapan-tahapan pembelajaran dan catatan kemajuan
siswa. Sedangkan Portofolio Produk hanya berisi kumpulan hasil kerja
terbaik siswa. Untuk mengetahui proses dan membantu siswa mencapai
tujuan pembelajaran, biasanya guru menggunakan portofolio proses,
sedangkan untuk mengetahui penguasaan akhir digunakan portofolio produk .
Ada beberapa kelebihan dari Penilaian Portofolio ( sebagaimana dikutip oleh Julia Scherba dari Venn ) seperti :
· Menunjukkan evaluasi diri siswa, refleksi, dan pemikiran kritis
· Mengukur Kinerja dasar berdasarkan contoh original pekerjaan siswa
· Memberikan fleksibilitas dalam mengukur bagaimana siswa mencapai tujuan
· Memungkinkan guru dan siswa berbagi tanggung jawab dalam menentukan tujuan belajar dan untuk evaluasi kemajuan.
- Memberikan kemungkinan bagi siswa untuk mendapatkan masukkan yang ekstensif dari proses pembelajaran
- Memfasilitasi pembelajaran kooperatif, termasuk evaluasi ‘peer’ dan tutoring
- Memungkinkan pembentukan struktur pembelajaran bertahap
- Memungkinkan guru dan siswa untuk mendiskusikan tujuan pembelajaran dan kemajuan dalam dialog yang terstruktur maupun tidak.
- Memungkinkan pengukuran kemajuan siswa multi dimensi dengan memasukkan berbagai tipe data dan material.
Bagi seorang guru, penilaian portofolio walaupun sedikit lebih rumit tetapi bisa memiliki banyak kegunaan. Seperti misalnya :
- Mendorong pembelajaran mandiri
- Memperjelas pandangan mengenai apa yang dipelajari
- Membantu mempelajari pembelajaran
- Mendemonstrasikan kemajuan berdasarkan keluaran yang diidentifikasikan
- Membuat interseksi antara instruksi dan penilaian
- Memberikan jalan kepada siswa untuk menilai diri mereka sebagai pemelajar
- Memberikan kemungkinan untuk pengembangan dukungan ‘peer’
- Mengetahui bagaiman Portofolio dapat memperbaiki proses persiapan